Media komunikasi massa sebagai bagian dari
sistem ekonomi yang juga bertalian erat dengan sistem politik. Kualitas
pengetahuan tentang masyarakat, yang diproduksi oleh media untuk masyarakat,
sebagian besar dapat ditentukan oleh nilai tukar pelbagai ragam isi dalam
kondisi yang memaksakan perluasan pasar, dan juga ditentukan oleh kepentingan
ekonomi para pemilik dan penentu kebijakan. Berbagai kepentingan tersebut
berkaitan dengan kebutuhan untuk memperoleh keuntungan dari hasil kerja lembaga
media dan juga dengan keinginan bidang usaha lainnya untuk memperoleh
keuntungan, sebagai akibat dari adanya kecenderungan monopolistis dan proses
integrasi, secara vertikal maupun horizontal.
Seperti dikemukakan Littlejhon (1999), isi
media merupakan komoditi untuk dijual di pasar, dan informasi yang disebarkan
dikendalikan oleh apa yang ada di pasar. Sistem ini mengarah pada tindakan yang
konservatif dan cenderung menghindari kerugian, yang membuat beberapa jenis isi
pesan media komunikasi yang diproduksi lembaga media tertentu sehingga beberapa
media menjadi dominan sementara yang lainnya terbatas. Media juga disebut
sebagai aktivitas industri dimana media memproduksi kemudian didistribusikan
kemapada konsumen atau masyarakat sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Pendekatan media economics akan membantu kita
di dalam memahami hubungan antara produsen media terhadap khalayaknya,
pengiklan, dan masyarakat. Pada level makro, analisis media akan berkaitan dengan
ekonomi politik, agregasi produksi dan konsumsi, pertumbuhan ekonomi, lapangan
pekerjaan dan inflasi, sedangkan pada level mikro terkait dengan pasar yang
spesifik, struktur, tingkah laku dan perilaku pasar, aktivitas dari produsen
dan konsumen.
Terdapat tiga sumber
kehidupan pada media yaitu, content,
capital dan audients. Dengan content yang menarik audients tetap memilih stasiun tv sebagai siaran
favorit yang dapat menaikkan rating televisi. Hal ini menjadikan banyaknya iklan
yang masuk di stasiun tv yang pastinya sangat menguntungkan bagi kedua belah
pihak. Selain pada itu stasiun tv memiliki capital
yang tinggi dan akan menghasilakn produk yang berkualitas untuk semakin
menarik konsumen. Dengan demikian, dapat dipahami mengapa media banyak
digunakan untuk kepentingan komersial. Karena untuk dapat mempertahankan hidup
dengan memenangkan persaingan media membutuhkan sumber hidupnya baik capital, content,
maupun audience.
- Arianto. 2011. EKONOMI POLITIK LEMBAGA MEDIA
KOMUNIKASI. Jurnal Ilmu Kmunikasi. Vol 2, No. 1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar