Kamis, 01 November 2018

Pengaruh Media Komunikasi Massa terhadap Pop Culture



Popular Cultute atau yang disebut dengan Budaya Pop merupakan penyebab munculnya globalisasi. Budaya pop sebagai budaya alternatif yaitu dengan mengemas budaya yang sudah ada atau original menjadi budaya yang masif (udah berubah wujud) untuk menarik hati masyarakat. Budaya pop sering diistilahkan dengan budaya McDonald atau budaya MTV. Kepraktisan, pragmatisme, dan keinstanan dalam pola kehidupan menjadi salah satu ciri khasnya. Disini, media, baik cetak atau elektronik, menjadi salah satu ujung tombak public relation untuk menerjemahkan budaya pop ala MTV langsung ke jantung peradaban masyarakat. Sebagai pemberi informasi media massa juga mempunyai fungsi sebagai model perilaku yang dapat diperoleh dari sajian media.
            Budaya Pop sebagai suguhan instan dimana masyarakat dapat mencari perhatian kepada khalayak untuk menjadikan dirinya sebagai idola. Banyak cara yang dilakukan masyarakat untuk mencari sensasi salah satunya melalui media massa yang sangat mudah dijangkau oleh masyarakat yang dapat mencakup luas. Media adala salah satu yang menjadikan pemantik atau pemicu dibalik harapan masyarakat untuk menjadi perhatian atau mencari sensasi. Tetapi pemantik utamanya bukanlah media semata. Sistem dan subsistem dalam budaya pop yang menjadikan semua seperti itu. Pemicu itu bersambut dalam pemilihan idola, seperti yang ditampilkan di televisi melalui pencarian bakat. Dengan adanya pencarian bakat budaya pop dapat disebut sebagai suguhan instan dimana masyarakat dapat berpartisipasi secara tidak langsung mungkin saja suguhan itu tidak mencerdaskan, tetapi dalam jangaka panjang justru menjadikan masyarakat sebagai komoditas berukutnya yang menjadi salah satu sumerisme dan konsumtivisme budaya pop.



(Bing Bedjo Tanudjaja. 2007. PENGARUH MEDIA KOMUNIKASI MASSA TERHADAP POPULAR CULTURE DALAM KAJIAN BUDAYA. Vol 9, No 2.)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar