Popular Cultute atau
yang disebut dengan Budaya Pop merupakan penyebab munculnya globalisasi. Budaya
pop sebagai budaya alternatif yaitu dengan mengemas budaya yang sudah ada atau
original menjadi budaya yang masif (udah berubah wujud) untuk menarik hati
masyarakat. Budaya pop sering diistilahkan dengan budaya McDonald atau budaya MTV.
Kepraktisan, pragmatisme, dan keinstanan dalam pola kehidupan menjadi salah
satu ciri khasnya. Disini, media, baik cetak atau elektronik, menjadi salah
satu ujung tombak public relation untuk
menerjemahkan budaya pop ala MTV langsung ke jantung peradaban masyarakat. Sebagai
pemberi informasi media massa juga mempunyai fungsi sebagai model perilaku yang
dapat diperoleh dari sajian media.
Budaya Pop sebagai suguhan instan
dimana masyarakat dapat mencari perhatian kepada khalayak untuk menjadikan
dirinya sebagai idola. Banyak cara yang dilakukan masyarakat untuk mencari
sensasi salah satunya melalui media massa yang sangat mudah dijangkau oleh masyarakat
yang dapat mencakup luas. Media adala salah satu yang menjadikan pemantik atau
pemicu dibalik harapan masyarakat untuk menjadi perhatian atau mencari sensasi.
Tetapi pemantik utamanya bukanlah media semata. Sistem dan subsistem dalam
budaya pop yang menjadikan semua seperti itu. Pemicu itu bersambut dalam pemilihan
idola, seperti yang ditampilkan di televisi melalui pencarian bakat. Dengan
adanya pencarian bakat budaya pop dapat disebut sebagai suguhan instan dimana
masyarakat dapat berpartisipasi secara tidak langsung mungkin saja suguhan itu
tidak mencerdaskan, tetapi dalam jangaka panjang justru menjadikan masyarakat
sebagai komoditas berukutnya yang menjadi salah satu sumerisme dan
konsumtivisme budaya pop.
(Bing Bedjo Tanudjaja. 2007. PENGARUH MEDIA KOMUNIKASI MASSA TERHADAP POPULAR CULTURE DALAM KAJIAN BUDAYA. Vol 9, No 2.)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar